Portrait Kehidupan : Bermalam Minggu di tanah Pasundan


by: Muhammad Irfan


Gambar 1.1 Foto alun-alun Kota Bandung di Jalan Asia-Afrika

Sabtu 30 September 2017, saya melakukan aktifitas refreshing sejenak keluar Kota menuju Tanah Pasundan, yaitu Bandung Jawa Barat. Kota ini memiliki banyak kenangan dalam diri saya. Ya, walaupun saya bukan asli orang Bandung. Tapi saya sangat suka sekali Kultur dan Budaya nya yang dibilang modern tapi mereka masih mengamalkan aturan dan norma yang berasal dari leluhurnya.
Berjalan menggunakan kendaraan mobil mini sedan milik rekan saya Yudhi Samalo, kami (Saya, Yudhi, dan Aji) bergegas berangkat ke Bandung pukul 08.00 WIB. Sudah kami kira perjalanan kami terdesak macet karena banyak nya konstruksi pembangunan jalan yang terus mempersempit jalan Tol Cikampek guna untuk mempercepat penggunaan Infrastruktur masyarakat. Tujuan awal kami ke Bandung untuk mencari bahan modal bisnis kami berdua, dengan bermodal Nekat kami menempuh perjalanan ke Bandung selama hamper 5 jam.
Pukul 1 siang kami tiba di Tol Pasteur, memang cukup melelahkan perjalanan nya. Tapi rasa lelah seperti terbayarkan sesaat melihat Tulisan Gapura besar “Selamat Datang di Kota Bandung” dengan ada nya wajah walikota Bandung yaitu Kang Ridwan Kamil yang begitu tersohor di Social Media berkat kejujuran, integritas, serta amanah kerja sebagai walikota Bandung dan punya selera Humor yang tinggi untuk menghibur Followers nya di Instagram.
Kami hanya punya waktu 3 jam waktu Terang nya hari menuju Gelap agar tujuan kami dapat terpenuhi. Beranjak langsung kearah yang kami tuju ke Bandung Timur. Kami melintasi jembatan Pasupati dengan sedikit hiburan men-snapgram view kota bandung diatas Jalan jembatan tersebut sambil melajukan kendaraan mobil se-santai mungkin.
Sudah hampir sore kami tidak menemukan apa yang kita ingin dalam usaha Bisnis, kami melanjutkan untuk makan sore alias makan pagi-siang digabung jadi sore disebuah kantin ITB, entah kenapa tiap saya ke Bandung saya selalu merekomendasi-kan tempat makan asik, murah, dan banyak pilihan itu di Kantin ITB. Apa emang saya kurang explore tempat makan yg lebih dari itu mungkin. Perjalanan yang hampir setengah jam dengan jarak Cuma 4km saja dari tempat kita terakhir berhenti, itu sangat tidak wajar karena kami melintasi daerah yang sudah di alami kemacetan yang sangat padat merayap.
Sudah pukul 6 Sore kami sudah kehabisan ide untuk pergi kemana lagi tujuan kita sebelum pulang, untung saja kita punya teman (aji) yg mengusulkan “kenapa kita gak ke alun-alun aja? Dijakarta mana ada Alun-alun cuy!”. Saya dan Yudhi tertawa karena menganggap lelucon nya Aji bisa dikatakan benar tapi sedikit Konyol. Tanpa basa-basi kami bergegas ke Alun-alun, tapi apa yang dapat kalian ketahui? Untuk mencari parkir saja kita harus mencari parkir yang jaraknya jauh dari alun-alun, tapi untuk kesenangan pribadi kami tetap pergi ke sana dengan berjalan kaki dari tempat kami parkir. Mungkin kurang lebih jaraknya 1 setengah KM untuk ke alun-alun.
Hal yang paling saya senangi saat ke alun-alun itu melihat sebait kata dari Martinus Antonius Weselinus Brouwer yaitu “Bumi Pasundan lahir, ketika Tuhan sedang Tersenyum”. Kata-kata tersebut membuat saya yang menjadi kagum dengan keindahan Kultur dan Budaya nya Bandung, disisi kebaikannya mereka (orang Bandung) setidaknya Bangga bisa Lahir ditanah Pasundan. Beberapa orang yang mengerti tentang Kata-kata tersebut mencoba memberi pencerahan kepada pembaca, meski membawa tema filsafat berat, dengan bahasa yang lancar dan jenaka membuat penulisannya menjadi segar. Rubrik Konsultasi Psikologi cukup lama diasuh dengan gaya yang tidak biasa dan mengasyikkan. akan tetapi, banyak pula para pembaca yang bahkan dibuatnya menjadi bingung dan tak mengerti.



Gambar 2 Terminal Alun-alun Bandung

Banyak nya Masyarakat yang sangat Antusias mengikut Malam Minggu di Bandung membuat ramai padat merayap nya jalan sehingga mengakibatkan kemacetan di Jalan Asia Afrika Bandung. Dan banyak juga masyarakat dari Kota Lain seperti saya untuk mengabadikan moment di Alun-alun bandung dengan memotret segala aktifitas di Bandung hingga kami fotogenic ala-ala instagram di Pinggiran Jalan Asia Afrika Bandung





Kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun yang sangat istimewa menurut kami, alun-alun di kota bandung  memiliki Taman seluas 1.200 meter persegi ini berdiri di atap sebuah bangunan parkir dan dibungkus dengan rumput hijau sintetis. Alun-alun ini memiliki fasilitas seperti arena bermain anak, perpustakaan, dan juga tersedia jaringan WiFi. Di sebelah utara alun-alun, terdapat sebuah halte bus yang cukup panjang untuk melengkapi fasilitas di taman pusat kota ini.


Pukul 10 Malam. Tak terasa kami disini hampir 3 jam di Alun-alun, kami tersadar akan rintik nya hujan yang terkabul kan oleh Do’a para kaum Jomblo yang tidak senang akan hadir nya malam minggu, hehe. Terdapat suara dari pemda setempat melalui Toa besar berasal dari Mesjid Raya Bandung yang memberitahukan para masyarakat untuk Pulang kerumah masing-masing, yang buat saya kagum masyarakat sangat berantusias menuruti perintah dari Suara Toa terebut. Dalam 10 menit Alun-alun seketika Sepi, kosong ditinggal masyarakat yang habis santai sejenak di Lapangan Sintetis tersebut, dan tak ada Sampah yang tergeletak sembarangan di sana. Mereka sangat mengikuti aturan yang ada, saya sangat takjub melihat tentram nya hidup di Ibu Kota Jakarta jika SDM nya juga Ta’at mengikuti aturan yang ada guna untuk mensejahterakan hidup masing-masing.
Tak lupa kami mencari makan Malam untuk persediaan kami menuju ke Jakarta agar kami tidak kelaparan dijalan. Jam 11 malam hujan gerimis pun tiba, kami bergegas menuju ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Kota asal kami, Jakarta.

Saat perjalanan balik, hujan semakin deras dengan ditandai Petir yang menggelegar ke arah kuping kami. Makin rasanya tidak mau pergi dari Bandung. Cuaca yang dingin buat saya jadi Mager (Malas Gerak) di mobil jadi alasan saya ngantuk di Mobil. Hingga saya sedikit terlelap di perjalanan dengan lantunan Lagu Lawas ala Tahun 2000-an yang bikin kami bertiga nyantai di mobil menuju pulang ke Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Urban Exploration (Urbex) musuh? Merugikan?

TOP 5 UPCOMING GAMES IN 2018