Choirul Huda: "Persela Sampai Mati"
by: Ronald Fransiskus
![]() |
| Picture 1: Choirul Huda, Kapten Persela Lamongan (source: www.twitter.com/@realmadridindo1) |
15 Oktober 2017, Persela Lamongan menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya,
Lamongan dalam lanjutan Liga 1 2017. Persela berhasil mengamankan 3 poin lewat
keunggulan 2-0. Namun, hari itu justru menjadi hari yang membuat seluruh fans
Persela Lamongan menangis. Kemenangan tersebut harus dibayar mahal karena legenda
sekaligus kapten tim, Choirul Huda menghembuskan nafas terakhir di pertandingan
tersebut. Nyawanya tak tertolong setelah ia mengalami benturan keras di bagian
kepala dan rahang dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez. Kejadian terjadi
begitu cepat ketika Ramon hendak mensterilkan area gawang, namun saat itu juga
Choirul Huda maju untuk mengamankan gawangnya. Benturan pun tak terhindarkan,
Huda sempat meringis kesakitan begitupula dengan Ramon. Hal yang ditakutkan pun
terjadi, setelah meringis kesakitan beberapa
menit, Huda tak sadarkan diri dan
langsung dilarikan kerumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 6 sore waktu setempat.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam untuk seluruh insan sepakbola di
Indonesia. Bagaimana tidak, Huda memulai karir profesionalnya sebagai kiper di
Persela sejak 1999 dan tetap bertahan di Persela hingga akhir hayatnya. Beliau merupakan
salah satu pemain yang paling loyal untuk bertahan di satu klub selama lebih
dari 15 tahun. Tak heran jika dirinya dinobatkan sebagai kapten tim di Persela
yang tentunya kontribusinya sebagai sosok senior tidak perlu diragukan lagi. 18
tahun membela Persela membuat seluruh
staf dan pemain Persela tak bisa menahan tangis usai pertandingan, meskipun
sebenarnya mereka memenangkan pertandingan pada hari itu.
Huda bermain untuk Persela sejak klub tersebut masih bermain di divisi II,
perlahan membawa Persela bisa naik ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Seluruh masyarakat Lamongan menghormatinya atas alasan tersebut, dan akan
loyalitasnya di Persela, dengan segala permasalahan yang ada, Huda patut kita
berikan apresiasi. Prestasi terbaiknya di Persela adalah dengan mempersembahkan
gelar juara Piala Gubernur Jatim sebanyak 5 kali. Yang lainnya adalah, Huda
sempat membela tim nasional Indonesia di dua pertandingan internasional pada
tahun 2014 dan 2015 serta Kualifikasi Piala Asia tahun 2015.
![]() |
| picture 2: Choriul Huda (kiri) saat berlatih di timnas Indonesia bersama Dian Agus Prasetyo (kanan) (source: http://cdn2.tstatic.net) |
Well, loyalitas semacam ini bisa dibilang sangat
langka dalam dunia sepakbola Indonesia, dimana sebagian besar pemain biasanya
bisa berpindah-pindah klub hanya dalam waktu 1 tahun. Pengabdiannya akan
terpatri abadi bagi para fans Persela, dan secara umum seluruh pecinta
sepakbola Indonesia. Seperti slogan fans Persela, “Persela Sampai Mati”,
Choriul Huda telah merealisasikan kalimat itu secara harafiah, dan bisa jadi
slogan tersebut akan selalu mengingatkan fans akan sosok Huda. Selamat jalan,
Kapten!
![]() |
| picture 3: Selebrasi Choirul Huda (source: www.serujambi.com) |



Comments
Post a Comment